Latest Entries »


88DB.


GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA pada Tanaman

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda.

Gejala kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman. Ada tanaman yang cepat sekali memperlihatkan tanda-tanda kekurangan atau sebaliknya ada yang lambat. Pada umumnya pertama-tama akan terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya.
Bila tidak ada faktor lain yang mempengaruhi, maka tanda-tanda kekurangan unsur hara terlihat sebagai berikut:
1. Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)
a. Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
b. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
c. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya
d. Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil
e. Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas
2. Kekurangan unsur hara Fosfor (P)
a. Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun
b. Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
c. Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang
3. Kekurangan unsur hara Kalium (K)
Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.
a. Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati
b. Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil
c. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
d. Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur
e. Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah
Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:a. Daun
Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air
b. Batang
Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah
c. Akar
Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d. Bulir dan Malai
Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.

4. Kekurangan unsur hara Kalsium (Ca) (dapat dibeli di)
a. Daun-daun muda selain berkeriput mengalami perubahan warna, pada ujung dan tepi-tepinya klorosis (berubah menjadi kuning) dan warna ini menjalar di antara tulang-tulang daun, jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati
b. Kuncup-kuncup muda yang telah tumbuh akan mati
c. Pertumbuhan sistem perakarannya terhambat, kurang sempurna malah sering salah bentuk
d. Pertumbuhan tanaman demikian lemah dan menderita

5. Kekurangan unsur hara Magnesium (Mg) (dapat dibeli di)
a. Daun-daun tua mengalami klorosis (berubah menjadi kuning) dan tampak di antara tulang-tulang daun, sedang tulang-tulang daun itu sendiri tetap berwarna hijau. Bagian di antara tulang-tulang daun itu secara teratur berubah menjadi kuning dengan bercak-bercak merah kecoklatan
b. Daun-daun mudah terbakar oleh teriknya sinar matahari karena tidak mempunyai lapisan lilin, karena itu banyak yang berubah warna menjadi coklat tua/kehitaman dan mengkerut
c. Pada tanaman biji-bijian, daya tumbuh biji kurang/lemah, malah kalau toh ia tetap tumbuh maka ia akan nampak lemah sekali.

6. Kekurangan unsur hara Belerang (S)
a. Daun-daun muda mengalami klorosis (berubah menjadi kuning), perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilap keputih-putihan dan kadang-kadang perubahannya tidak merata tetapi berlangsung pada bagian daun selengkapnya
b. Perubahan warna daun dapat pula menjadi kuning sama sekali, sehingga tanaman tampak berdaun kuning dan hijau, seperti misalnya gejala-gejala yang tampak pada daun tanaman teh di beberapa tempat di Kenya yang terkenal dengan sebutan”Tea Yellow” atau”Yellow Disease”
c. Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus, batang tanaman berserat, berkayu dan berdiameter kecil
d. Pada tanaman tebu yang menyebabkan rendemen gula rendah
e. Jumlah anakan terbatas.
7. Kekurangan unsur hara Besi (Fe)
Defisiensi (kekurangan) zat besi sesungguhnya jarang terjadi. Terjadinya gejala-gejala pada bagian tanaman (terutama daun) kemudian dinyatakan sebagai kekurangan tersedianya zat besi adalah karena tidak seimbang tersedianya zat Fe dengan zat kapur (Ca) pada tanah yang berlebihan kapur dan yang bersifat alkalis. Jadi masalah ini merupakan masalah pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur.a. Gejala-gejala yang tampak pada daun muda, mula-mula secara setempat-setempat berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau serta jaringan-jaringannya tidak mati
b. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi kuning dan ada pula yang menjadi putih
c. Gejala selanjutnya yang lebih hebat terjadi pada musim kemarau, daun-daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan
d. Pertumbuhan tanaman seolah terhenti akibatnya daun berguguran dan akhirnya mati mulai dari pucuk.
8. Kekurangan unsur hara Mangan (Mn)
Gejala kekurangan Mangan (Mn) hampir sama dengan gejala kekurangan Besi (Fe) pada tanaman, yaitu:a. Pada daun-daun muda di antara tulang-tulang dan secara setempat-setempat terjadi klorosis dari warna hijau menjadi warna kuning yang selanjutnya menjadi putih
b. Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi-sisi dari tulang
c. Jaringan-jaringan pada bagian daun yang klorosis mati sehingga praktis bagian-bagian tersebut mati, mengering, ada kalanya yang terus mengeriput dan ada pula yang jatuh sehingga daun tampak menggerigi
d. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman sayuran tomat, seledri, kentang dan lain-lain, begitu juga pada tanaman jeruk, tembakau dan kedelai
e. Pada tanaman gandum, bagian tengah helai daun berwarna coklat, kemudian patah
f. Pembentukan biji-bijian kurang baik (jelek).
9. Kekurangan unsur hara Tembaga/Cuprum(Cu)
Kekurangan unsur hara Tembaga (Cu) acapkali ditemukan pada tanah-tanah organik yang agak asam, tanda-tandanya dapat dilihat sebagai berikut:a. Pada bagian daun, terutama daun-daun yang masih muda tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat dan mati pula
b. Ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu, malah kadang-kadang klorosis, sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati
c. Pada tanaman jeruk kekurangan unsur hara tembaga ini menyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuran besar, ranting berwarna coklat dan mati, buah kecil dan berwarna coklat
d. Pada bagian buah, buah-buahan tanaman pada umumnya kecil-kecil warna coklat dan bagian dalamnya didapatkan sejenis perekat (gum).
10. Kekurangan unsur hara Seng/Zincum (Zn)
a. Terjadi penyimpangan pertumbuhan pada bagian daun-daun yang tua, yaitu:* Bentuknya lebih kecil dan sempit daripada bentuk umumnya
* Klorosis terjadi di antara tulang-tulang daun
* Daun mati sebelum waktunya, kemudian berguguran dimulai dari daun-daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak
b. Pada padi sawah gejala terlihat 2 – 4 minggu setelah tanam, yaitu adanya pemutihan di bagian tengah daun. Kekurangan yang parah menyebabkan daun tidak mau terbuka
c. Pada tanaman jagung gejala terlihat 1 – 2 minggu setelah bibit muncul di permukaan tanah, daun-daun muda menunjukkan garis-garis kuning dan terus menguning sampai ke dasar daun, sedang tepi daun tetap hijau
d. Pada kacang tanah gejala terlihat setelah tanaman berumur 1 bulan, mula-mula jaringan di antara urat-urat dan nampak menguning dan akhirnya hanya pada urat-urat daun saja akan tetap hijau. Tanaman kerdil dan polong sedikit.
11. Kekurangan unsur hara Molibden (Mo)
a. Secara umum daun-daun mengalami perubahan, kadang-kadang mengalami pengkerutan terlebih dahulu sebelum mengering dan mati. Mati pucuk (die back) biasa pula terjadi pada tanaman yang kekurangan unsur hara Mo
b. Pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada tanaman sayuran. Daun keriput dan mengering.
12. Kekurangan unsur hara Borium (Bo)
Walaupun unsur hara Bo hanya sedikit saja yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhannya, tetapi kalau unsur ini tidak tersedia bagi tanaman gejalanya cukup serius.a. Daun-daun yang masih muda terjadi klorosis, secara setempat-setempat pada permukaan daun bawah yang selanjutnya menjalar kebagian tepi-tepinya. Jaringan daun mati
b. Daun yang baru muncul tumbuh kerdil, kuncup-kuncup mati dan berwarna kehitaman atau coklat
c. Dapat menimbulkan penyakir fisiologis, khususnya pada tanaman sayuran, tembakau dan apel. Malah pada jagung bisa menimbulkan tongkol tanpa biji sama sekali
d. Pada umbi-umbian pertumbuhannya kerdil, terdapat bercak-bercak atau lubang berwarna hitam pada umbi
e. Pada tanaman bayam dan selada pucuk tanaman tumbuh tidak sempurna dan berwarna hitam
d. Tangkai daun seledri membentuk celah-celah dan garis-garis tak teratur berwarna coklat. Anak-anak daun seledri berbercak-bercak coklat.
13. Kekurangan unsur hara Klorida (Cl)
a. Dapat menimbulkan gejala pertumbuhan daun yang kurang normal terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga
b. Kadang-kadang pertumbuhan tanaman tomat, gandum dan kapas menunjukkan gejala seperti di atas.

Untuk mendapatkan Pupuk dengan harga kompetitif silahkan baca link berikut: Agro United Produsen Pupuk Mganesium, Dolomit & Organik


Mengapa Pupuk Organik ?
 

Meningkatkan Kesuburan Tanah & Menunjang Keberlanjutan Sistem Produksi Tanaman Pangan

 

Formula Pupuk Organik harus diolah secara khusus untuk penyuburan lahan pertanian. Mikroba penyubur yang digunakan dan ditambahkan akan mampu meningkatkan kemampuan nodulasi tanaman pangan, ketersediaan hara di dalam tanah, dan menaikkan efisiensi pemakaian pupuk. Pupuk Organik merupakan campuran bakteri pembentuk nodul pada tanaman pangan, penambat nitrogen bebas, dan cendawan pelarut hara dengan formulasi bahan pembawa yang mengandung senyawa organik alami pemacu tumbuh dan unsur mikro yang diperlukan oleh mikroba dan tanaman
 

Manfaat dan Keunggulan
• Merangsang pembentukan nodul
• Meningkatkan daya tambat nitrogen
• Meningkatkan kesuburan tanah
• Meningkatkan efisiensi pemupukan
• Meningkatkan keberlanjutan sistem produksi
• Mengefisienkan sistem pengiriman
• Merangsang aktivitas mikroba
• Memperlebat dan memperkuat perakaran
• Memperkokoh dan memperkuat tanaman
• Efektif untuk tanaman pangan juga tanaman keras
 

Keuntungan
• Menghemat pemakaian pupuk
• Menghemat pestisida
• Tidak merusak tanah dan aman lingkungan
• Meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman
• Mengembalikan Unsur tanah

Untuk mendapatkan informasi lebih detail dan dapatkan harga istimewa silahkan hubungi: Bapak Rusdy Kartono
Hp: 081 163 7769


Pupuk Organik cap Traktor Cangkol

adalah pupuk yang dibuat dari berbagai bahan alami seperti kompos, blotong dan lainnya yang di proses lebih lanjut dengan penambahan beberapa aktivator seperti Bio N-K & Bio P, sehingga dapat membantu mengurai pupuk kimia dalam tanah. Sangat cocok untuk berbagai komoditas tanaman pangan, buah, sayuran dan perkebunan.
Mengandung unsur hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh tanah serta meningkatkan nilai tukar kation tanah.


Pupuk Organik No Pendaftaran: G 467/ ORGANIK/ DEPTAN-PPI/ I/ 2010

Negara Asal: Indonesia – Medan
Harga: Rp. 62.500,- /sak (negotiable) & kerjasama Pengadaan
Cara Pembayaran: Transfer Bank (T/T)
Kemas & Pengiriman: 50kg /sak + inner Ready Stok!!!
Keterangan: Ready Stok 

Spesifikasi:
C Organik = 12 – 20% ; pH = 6, 2
N = 1, 25% ; P2O5 = 1, 49% ; K2O = 0, 18%
C/ N Ratio = 16
Kadar Air = ± 15%
Warna = Hitam

No Pendaftaran: G 467/ ORGANIK/ DEPTAN-PPI/ I/ 2010

Untuk mendapatkan informasi lebih detail dan dapatkan harga istimewa silahkan hubungi: Bapak Rusdy Kartono
Hp: 081 163 7769


Dolomit A100 Fertilizers

22 November 2010

Dolomit (SNI 02-2804-1992) adalah bahan mineral yang berasal dari alam yang mengandung unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk tepung dengan rumus kimia CaMg(CO3)2.

Dolomit berwarna putih keabu-abuan atau kebiru-biruan dengan kekerasan lebih lunak dari batugamping, yaitu berkisar antara 3,50 – 4,00, bersifat pejal, berat jenis antara 2,80 – 2,90, berbutir halus hingga kasar dan mempunyai sifat mudah menyerap air serta mudah dihancurkan. Klasifikasi dolomit dalam perdagangan mineral industri didasarkan atas kandungan unsur magnesium, Mg (kimia), mineral dolomit (mineralogi) dan unsur kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).

Dolomit    “A100″

Defisiensi Mg yang sering dijumpai pada tanaman kelapa sawit di lahan mineral.
Gejala defisiensi Mg tergolong berat sebagai akibat pemupukan yang tidak tepat.
Aplikasi pupuk Dolomit A-100 yang disebar merata didalam piringan pohon sebagai sumber hara Mg dan Ca, serta memperbaiki kesuburan tanah
Aplikasi pupuk DOLOMIT A-100 menghasilkan produksi TBS dan rendeman minyak yang tinggi
Manfaat Dolomit A-100
  • Sebagai sumber hara Mg yang relatif murah dan efektif untuk meningkatkan kadar hara Mg di dalam tanah dan daun kelapa sawit.
  • Sumber hara Ca yang mempunyai peranan penting untuk merangsang perakaran kelapa sawit.
  • Meningkatkan pH tanah dan menetralkan keracunan Al pada areal kelapa sawit yang umumnya tergolong masam.
  • Aplikasi DOLOMIT A-100 akan memperbaiki kesuburan tana, meningkatkan efektivitas pemupukan, serta menghasilkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang sehat dengan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan kandungan minyak yang tinggi
Dosis Dolomit A-100
Lahan Mineral

  • TBM Sawit: 1,5 – 3,0 kg/pohon/tahun
  • TM Sawit: 2,5 – 5,0 kg/pohon/tahun

Lahan Gambut

  • TBM Sawit: 0,5 -1,0 kg/pohon/tahun
  • TM Sawit: 1,0 – 1,5 kg/pohon/tahun
Spesifikasi Dolomit A-100 (Kualitas Super) – Pupuk Magnesium Murah & Efektif
  1. MgO
  2. CaO
  3. Al2O3 + Fe2O3
  4. SiO2
  5. Kadar Air
  6. Kehalusan 100 MESH
  1. : 18 – 24%
  2. : 30%
  3. : < 3%
  4. : < 3%
  5. : < 1%
  6. : >95%

DOLOMIT A100  FERTILIZERS

Manfaat :

- Sesuai untuk iklim tropis dan segala jenis tanah

- Meningkatkan pertumbuhan akar yang sehat

- Menetralkan pH tanah dan memperbaiki struktur tanah

- Meningkatkan mutu hasil yang tinggi dan buah yang berat

- Mudah digunakan untuk pupuk dasar dan susulan

- Harga yang rendah berbanding pupuk kimia

Product :

Fertilizers : Kieserite (MgO), Dolomite A100, Zeolite,  Organik cap Traktor Cangkol

LOKAL & EXPORT DOLOMIT  A100 FERTILIZERS

Pemesanan:

AGRO UNITED

Jl. Garuda No. 68 A-B Medan

Email : agrounited@gmail.com

Telp / Hp : 061 77876936 / 0811637769

Fax : 061 4550609


Hara makro Magnesium (Mg) merupakan unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan tanaman dalam pembentukan hijau daun (chlorofil) dan sebagai co-faktor hampir pada seluruh enzim dalam proses metabolisme tanaman seperti proses fotosintesa, pembentukan sel, pembentukan protein, pembentukan pati, transfer energi serta mengatur pembagian dan distribusi karbohidrat keseluruh jaringan tanaman.

Pupuk Magnesium atau yang lebih dikenal sebagai KIESERITE, tergolong pupuk tunggal yang manfaatnya mampu memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Diantaranya dapat meningkatkan pH tanah dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah sekaligus menambah nutrisi Mg didalam tanah untuk kebutuhan tanaman.
Magnesium (Mg) juga memegang peranan penting dalam transportasi Phosphat pada tanaman.

Manfaat Magnesium (KIESERITE) terhadap tanaman dan tanah antara lain :
1. Menghasilkan Klorofil dengan sempurna.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
3. Meningkatkan kadar minyak pada buah sawit dan lainnya.
4. Meningkatkan pH tanah dan memperbaiki struktur tanah akibat pemberian pupuk kimia.
5. Ketersediaan kandungan hara, phosfor dalam tanah.
6. Dapat mengurangi (menetralisir) racun akibat kandungan Al dan Fe dalam tanah yang tinggi.

Keunggulan Pupuk Magnesium (KIESERITE) cap Buah Sawit.
1. 100% bersifat alamiah.
2. Mudah larut dalam tanah.
3. Mudah aplikasi.
4. Kelebihan pemberian tidak merusak struktur tanah dan tidak meracuni tanaman.

Untuk pemesanan silahkan hubungi:

Negara Asal: Indonesia
Harga: Powder         Rp. 650,-/kg Granular     Rp. 1.100,-/kg
Cara Pembayaran: Tunai / Kesepakatan
Kemas & Pengiriman: Karung ( 50 Kg/Karung ) (ORDER MINIMUM 10 TON)
Keterangan: Kiserit Green Sumatera ” MgO”
Powder ( MgO )
READY STOCK!
Spesifikasi:
Kandungan : MgO ± 26 – 30%
Kehalusan : 60-80 Mesh
Kemasan : 50Kg / sak +Inner Plastik
Warna : Abu – kebiruan
Kualitas Eksport
Harga : Rp. 650, -/ kg ( Rp. 32.500, – / sak)
Untuk pemesanan silahkan Hubungi Bp Rusdy Kartono
Hp: + 62811637769
email: agrounited@ gmail.com


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.